PT Pelabuhan Indonesia II/IPC akan menyesuaikan tarif pelayanan untuk lift on-lift off (Lo-Lo) maupun Storage peti kemas internasional (ekspor-impor) di pelabuhan Tanjung Priok mulai besok atau 15 April 2021. Keputusan ini sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Perhubungan dan rekomendasi dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Marvest). Pelayanandi KPU Priok. Seperti yag dibahas sebelumnya bahwa saat ini layanan di KPU priok hampir semuanya melalui SLIM, untuk SLIM sendiri ada 2 alamat yah: - Layanan PTSP online (hampir semua layanan permohonan kecuali pada Point 2) - untuk penyerahan dokumen jalur hijau, merah dan kuning (PENDOK) JAKARTATANJUNG PRIOK (ISL News) - Selain bangun inner road pada buffer area sisi Barat Pelabuhan, Buffer Area juga akan diupayakan di sisi timur Pelabuhan Tanjung Priok. Hal tersebut dikemukakan General Manager (GM) Pelabuhan Tanjung Priok Guna Mulyana dalam Dialog Kepelabuhanan bertema : "Penataan Akses Transportasi Darat Pelabuhan Tanjung Priok", pada Selasa kemarin (23/3/2021) di Ruang direkturutama ipc arif suhartono mengatakan untuk menindaklanjuti instruksi presiden ri joko widodo pada saat melakukan kunjungan lapangan ke pelabuhan tanjung priok terkait isu pungli dimaksud, ipc telah melakukan tindakan berupa pemberian sosialisasi dan pengawasan di lapangan secara kontinyu mengenai larangan praktik pungli di seluruh JAKARTATANJUNG PRIOK (ISL News) - Indonesia PORT Corporation (IPC)/PT Pelindo II (Persero) cabang Tanjung Priok terletak di Jakarta Utara, dan merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia. "Kami (IPC Cabang Tanjung Priok) saat ini menangani lebih dari 30% komoditi Non Migas Indonesia, disamping itu 50% dari seluruh arus barang yang keluar / masuk Indonesia melewati pelabuhan ini. Tahunlalu, realiasi dwelling time di Tanjung Priok sudah mencapai rata-rata 2,7 hari. Ini jauh lebih singkat dari pelabuhan lain yang tidak di bawah pengelolaan IPC. Selain itu, Elvyn juga berhasil membenahi image IPC, di mana pelabuhan-pelabuhan di bawah naungan IPC telah berubah menjadi lebih modern. Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui ada Pungli atau pelanggaran lainnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, IPC Logistics menghimbau agar langsung melaporkan kejadian tersebut ke nomor kanal pengaduan, yaitu "081285112122", bunyi keterangan tertulis tersebut. IPCjuga mengurangi interaksi antarmanusia di pelabuhan. Saturday, 19 Zulqaidah 1443 / 18 June 2022 IPCjuga mengurangi interaksi antarmanusia di pelabuhan. Monday, 3 Ramadhan 1443 / 04 April 2022 MN Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau dikenal sebutan Indonesia Port Corporation (IPC) Cabang Tanjung Priok mengawali kehadiran tahun baru 2021 dengan menyerahkan Customer Of The Year 2020 terhadap beberapa perusahaan mitra kerja yang berkontribusi positif bagi pelabuhan Tanjung Priok, sebagai bentuk apresiasi pihak manajemen perusahaan plat merah tersebut. Menurut Humas IPC oLhm. February 10, 2021 Jakarta, February 10th 2021 – Considering the Covid-19 outbreak that getting out of control, IPC Container Terminal /IPC TPK a subsidiary of PT Pelabuhan Indonesia II Persero, continue distributed New Normal Kits at Tanjung Priok Port. Head of the Tanjung Priok Port Authority, Capt. Mugen Suprihatin Sartoto accompanied by the Director of Commercial and Business Development of IPC TPK, David P. Sirait were involved in this activity. “The Covid-19 contagion is becoming more worrisome. IPC TPK will continue to take persuasive steps to reduce the Covid-19 contagion, especially in the port area. We have been doing this activity regularly since early 2020. The Interaction with users in the port area cannot be avoided although we already doing most of the services is going online. ” David said. 500 packages New Normal Kit including masks and hand sanitizers were distributed to users and container truck drivers in 4 four different locations in Tanjung Priok Port, that is Tanjung Priok 1 Area, Tanjung Priok 2 Area, Terminal Support Area and IPC TPK Billing Center. In 2020, IPC TPK has distributed 5,000 new normal kit packages to users in the 6 container terminal area who managed by IPC TPK including Tanjung Priok Port, Panjang Port, Palembang Port, Pontianak Port, Teluk Bayur Port and Jambi Port. David said that the event was held to support the government programs to reduce the contagion of Covid-19. On the other hand, it is also can make the users feel comfort and safety to come to the IPC TPK work area. This article has been translated by PwC Indonesia as part of our Indonesia Infrastructure News Service. PwC Indonesia has not checked the accuracy of, and accepts no responsibility for the content. Investor Daily Akhir 2018, IPC-TPK Jadi Pengelola Terminal Petikemas Priok 17 July 2018 Jakarta — PT Pelabuhan Indonesia II Persero or IPC appointed its subsidiary, PT IPC Terminal Peti Kemas IPC TPK, to manage container loading & unloading services at Terminal 2 and Terminal 3 of Tanjung Priok Port in North Jakarta. “The arrangement is conducted to improve the quality of service to consumers, so each entity under IPC can focus more on their main business,” said IPC President Director Elvyn G. Masassya in his official statement in Jakarta, Monday 16/7. IPC TPK is a subsidiary of IPC which is established to operate container terminal. Terminal 2 and Terminal 3 at Tanjung Priok Port will be officially operated by IPC TPK as of Sunday, 15 July 2018. Henceforth, entering the second half of 2018, IPC management has also decided on a new business model for IPC, namely each subsidiary will focus on its own business to optimize their functions and roles. Every container terminal at the company’s ports which has reached a certain volume will be operated by PT IPC TPK, while every non-container terminal at the company’s ports which has also reached a certain volume will be managed by PT Pelabuhan Tanjung Priok PTP. Meanwhile the management of vehicle terminals including roro terminals will be carried out by PT Indonesia Kendaraan Terminal IKT Tbk. This business model aims to improve productivity, efficiency, and management standardisation, thus improving IPC service performance. According to Elvyn, the volume of business and operation at Tanjung Priok Port keeps increasing each year. Therefore, operational adjustment and arrangement are needed to enhance the quality of service to consumers. So far, loading and unloading services at Terminal 2 and Terminal 3 of Tanjung Priok Port are managed by PTP. Terminal 3 focuses on providing international container loading & unloading services, whereas Terminal 2 concentrates on domestic containers. With regard to the change in the management of Terminal 2 and Terminal 3, PTP has circulated a letter of notification to service users on last 13 July. PT Pelabuhan Indonesia atau Indonesia Port Corporation IPC II akan memberlakukan autogate di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada semester pertama 2019. Rencananya, IPC melakukan uji coba autogate di Terminal Operasi 3 ini pada April. "Bila sebelumnya terjadi pertemuan antarorang, yakni sopir truk kontainer dengan petugas dan aparat bea cukai di pelabuhan, dengan autogate hal tersebut tidak akan ada lagi. Semua proses pun berjalan dalam hitungan detik," ujar Senior Vice President Operations IPC David P Sirait di Jakarta, pekan lalu. Autogate memungkinkan sopir kontainer tidak perlu lagi membawa berkas-berkas dokumen. Mereka cukup menempelkan kartu identifikasi diri di gerbang masuk. Lantas, kamera CCTV memotret nomor peti kemas sehingga mengetahui lokasinya di lapangan. Otomatisasi itu berlaku pula bagi truk kontainer yang membawa peti kemas dari Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok. Kelebihan lain dari autogate, terang David, kameranya juga dapat membaca atau mengidentifikasi sejumlah kerusakan pada peti kemas. Kerusakan tersebut, seperti lubang, sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Sejak beberapa tahun terakhir, Pelindo II atau IPC dicanangkan menjadi digital port atau pelabuhan berbasis digital. Segala sesuatu yang terkait dengan proses bisnis dikonversi menjadi digital baik dalam aspek operasional, keuangan, maupun aspek-aspek lain. Upaya melakukan digitalisasi terhadap semua aspek itu dilakukan IPC dalam rangka menyambut revolusi industri Sejatinya, IPC melakukan transformasi digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal, melainkan juga melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat. Di sisi laut, IPC menyiapkan marine operation system MOS, vessel management system VMS, dan vessel traffic system VTS. Sistem ini memonitor dan memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Di sisi darat, IPC memiliki terminal operating system TOS dan nonpeti kemas terminal operating system NPKTOS serta auto tally untuk penghitungan kontainer. Ada pula container freight station CFS, buffer area, DO online, car terminal operating system, reception facility, serta truck identification untuk mengidentifikasi pengemudi dan tujuan pengiriman barang dari seluruh armada pengangkut barang. "Penerapan digitalisasi berbagai sisi di pelabuhan menjadi fokus utama IPC dua tahun terakhir. Standardisasi pelayanan berbasis digital secara menyeluruh mulai saat barang dikirimkan ke pelabuhan sampai kemudahan pembayaran serta tracking dan tracing barang," pungkas Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya. Hym/Ant/S-4